Alzheimer Bukan Hanya Sekedar Menurunnya Daya Ingat

Pengertian Alzheimer secara umum

Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penyakit ini bisa memburuk seiring waktu sehingga membuat penderitanya tidak mampu lagi melakukan pekerjaan sehari-hari. Penyakit Alzheimer  bisa berkembang seiring berjalannya waktu dan memengaruhi beberapa fungsi otak. Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak. Istilah demensia menggambarkan serangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran. Gejala ini terjadi ketika otak mengalami kerusakan oleh penyakit atau kondisi tertentu termasuk penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karena itulah gejala yang muncul menjadi lebih parah.

Penyebab dan gejala Alzheimer

Penyakit Alzheimer terjadi akibat penumpukan protein abnormal yang mengganggu kinerja sel-sel saraf di otak. Dalam jangka panjang, otak akan kehilangan beragam fungsi, seperti mengontrol pikiran, memori, dan bahasa. Penelitian juga menunjukkan bahwa penyakit Alzheimer dipicu oleh berbagai faktor, seperti genetik, pola hidup, dan lingkungan. Gejala penyakit Alzheimer bisa bervariasi pada setiap penderitanya. Namun, gejala yang umum terjadi adalah kesulitan dalam berkomunikasi, serta kesulitan dalam mengenali wajah serta orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan teman . Penderita penyakit Alzheimer juga kerap mengalami depresi atau delusi.

READ  Penyebab Proses Penularan Gonore, Apakah Bisa Disembuh Kan ? Simak Ya !

Ada dua protein otak yang menjadi penyebab utama Alzheimer yaitu:

  • Beta-amiloid. Pengendapan protein ini menimbulkan efek beracun yang dapat mengganggu komunikasi antara sel otak.
  • Neurofibril. Ini adalah protein yang berperan dalam membawa nutrisi ke dalam sel otak. Jika tidak sesuai jalur, dapat mengganggu proses pengiriman nutrisi yang memicu efek beracun bagi sel otak.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Alzheimer

Obat-Obatan

  • Penghambat kolinesterase. Obat bekerja dengan meningkatkan komunikasi antar sel dalam otak.
  • Inhibitor kolinesterase. Obat dapat memperbaiki gejala neuropsikiatri berupa agitasi dan depresi.
  • Memantine (Namenda). Obat bekerja dengan memperlambat perkembangan gejala Alzheimer sedang hingga berat.
  • Antidepresan. Obat dapat membantu mengendalikan gejala perilaku yang terkait dengan Alzheimer.

Sampai saat ini, belum ada metode untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer. Akan tetapi, obat-obatan seperti rivagastigmine bisa memperlambat perburukan gejala yang dialami penderita penyakit Alzheimer. Dokter juga dapat menganjurkan psikoterapi, antara lain terapi stimulasi kognitif. Karena penyebabnya belum diketahui, penyakit Alzheimer sulit dicegah. Namun, ada upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak, misalnya tidak merokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga.