Apa Rasanya Jika Kita Terbakar?

Panas, disekeliling cuma hanya ada warna orange, nafas sesak dan yang terdengar hanya ada suara api. Apa yang sebenarnya terjadi saat kita terbakar?
Semua tergantung seberapa dalam panas mencapai tubuh kita. Sebelumnya kita pahami terlebih dahulu kalau kulit kita mempunyai beberapa lapisan (Epidermis, Dermis, Hipodermis) makin dalam kebakar rasanya semakin nyeri. Terbakar sedikit saja saat lagi masak rasanya sakit banget, dan bekas lukanya juga makin susah untuk hilang. Ga selalu gosong, kulit juga bisa pucat karrna zat pewarnanya rusak. Lama kelamaan api akan kena saraf, dan jika saraf kebakar rasa sakit akan hilang. Bukan karena sembuh, tapi karena tidak ada yang memberi tahu otak kalau ini tuh sakit.

Lalu bagaimana kalau api belum juga padam?
Terus terusan terkena panas tubuh akan menyusut dan kering karena tubuh kehilangan cairan. Dan jika luka bakarnya meluas dan yang kebakar itu bagian penting nyawa kita terancam.

Kondisi fatal jika kondisi tubuh terbakar:
>40% untuk orang dewasa
>60% untuk anak anak
Dan orang yang memiliki gangguan pada pernapasan akan lebih berbahaya, karena penyakit kematian itu bukan api, tetapi asap yang memenuhi paru-paru. Bahkan gilanya nyawa bisa melayang karena tercekik kulit sendiri, itu karena tubuh kita menyusut (kulit kita makin mengetat, sehingga bisa mencekik leher) karena rasa ini sakit banget maka karena itu jaman dahulu dijadikan hukuman.

READ  Banda Neira Sejarah Pada Masa Kolonial dan Daya Tarik Yang Tersaji

Terus gimana jika sudah meninggal tapi jasatnya masih dalam api?
Karena cairan sudah menghilang, sendi dan otot akan mengering. Lalu badan akan berpose seperti orang ingin berkelahi. Banyak fosil korban gunung berapi yang berpose seperti itu. Lalu tubuh kita jadi bahan bakar untuk api agar api terus menyala, sampai akhirnya tinggal tulang-tulang aja.

Tulang manusia itu emang kuat banget dan mengandung banyak mineral yang perlu suhu tinggi untuk ngeleburinnya, bahkan lebih dari suhunya lava.
Lalu kenapa jasad yang di kremasi bisa jadi abu? Itu karena suhunya dijaga terus dan pembakarannya dilakukan terus menerus di ruangan tertutup. Tapi sebenarnya tetep aja ada tulang yang tidak terbakar sehingga perlu dihancurkan lagi pakai alat khusus sehingga jadi abu.

Kejebak api pasti rasanya serem banget, tapi gilanya ada orang yang berhasil selamat meskipun bagian tubuhnya terbakar hingga 65%. Meskipun banyak bahaya tapi nyatanya penemuan api dari peradaban bisa semaju sekarang. Intinya kita harus berhati-hati kalau berhadapan dengan api. Cukup makanan aja yang terbakar, jangan tubuh kita.