Cerita Mistis Di Balik Keindahan Gunung Nokilalaki

Gunung nokilalaki terletak di pegunungan kecamatan palopo, kabupaten sigi sulawesi tengah. Gunung nokilalaki ini masih dalam kawasan taman nasional lore lindu yang menjadi tempan mendaki dan tempat wisata yang masih sering di kunjungi.

Gunung nokilalaki dengan ketinggian sekitar 2.535 mdpl masih sering menjadi tempat pendakian nomor satu dan menjadi tempat popular bbagi pendaki dan pencinta alam di sulawesi. gunung nokilalaki memiliki keindahan yang sempurna untuk mendaki, yang melengkapi penikmati pendaki tersebut ialah alam yang masih alami dan kekayaan flora fauna di setiap kawasannya, para pendaki bebas bertualang di gunung nokilalaki.

Gunung nokilalaki ini masih termasuk daerah hutan tropis jadi gunung ini memiliki flora atau tumbuhan yang terkenal yaitu ekualiptus dan rotan, sedangkan fauna atau hewan yaitu anoa, kupu-kupu, monyet dan berbagai jenis burung.

Gunung nokilalaki sudah tersedia jalur alternatifnya yang sering di lalui para pendaki gunung nokilalaki, sepanjang jalur pendakian terdapat tiga tempat beristirahat atau tempat menginap para pendaki, sepanjang jalur pendakian juga sudah terdapat sumber air jadi jika mendaki di gunung nokilalaki tidak perlu ragu untuk air karena mudah di dapatkan. Biasa para pendaki memakan waktu mendaki tiga atau empat hari perjalankan.

READ  Seberapa Parah Perdagangan Manusia Di Dunia?

Di balik keindahan dan kenikmatannya mendaki di gunung nokilalaki banyak juga kejadian kejadian mistis yang sering terjadi pada pendaki, yang pada umumnya jika mengalami hal tersebut menjadi hal biasa. Begitu juga yang di alami beberapa pendaki yang mengunjungi gunung nokilalaki mengalami hal hal yang mistis.

Banyak juga para pendaki yang hilang, hilang yang bukan nyasar tapi disembunyikan oleh makhluk halus yang merupakan penunggu gunung nokilalaki. Ada pun pendaki yang hilang tak di temukan dan ada juga yang di temukan itupun di temukan dengan cara menggunakan adat atau ritual tertentu.

Banyak yang menemukan makhluk diantaranya kuntilanak merah, orang tua laki laki dengan tampang yang seperti orang dulu, bunyi bunyi bebek dan banyak makhluk halus lainnya.

Namun adat istiadat, yang masih berlaku di gunung nokilalaki kadang tidak di patuhi para pendaki, banyak yang lalai menyalagunakan tempat, seperti membuang sampah sembarangan, membuang ludah sembarangan, dan ribut di tempat hutan. Namun sebenarnya untuk mendaki di gunung nokilalaki juga harus menghargai tempat, bertingkah laku sopan, menjaga sikap hingga perkataan, karena di percayai masyarakat yang tinggal di sekitan gunung nokilalaki bahwa gunung tersebut memiliki kisah mistis.