Ini Alasan Mengapa Manado Di Kenal Dengan Penduduk Mayoritas Kristen

Kenapa manado di kenal dengan kebanyakan masyarakatnya mayoritas Kristen ? hal ini tak asing lagi di telinga manado dengan mayoritas Kristen. Perlu kita ketahui Sebagai ibu kota provinsi sulawesi utara Kota Manado terdiri dari 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa dengan luas sekitar 161.000 km persegi. Lokasinya terletak di Teluk Manado dan dikelilingi daerah pegunungan. Berdasarkan hasil sensus 2010, kota ini berpenduduk 408.354 dan menjadikannya kota terpadat kedua di Sulawesi setelah Makassar. Jumlah penduduk di Manado sudah bertambah menjadi 475.557 jiwa pada 2020, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri. Kota Manado diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-16. Kata ini berasal dari bahasa daerah Minahasa, yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti “di jauh”.

Sejarah perkembangan Kristen di Manado

Manado itu adalah tanah orang-orang suku Minahasa. Suku Minahasa ini dikenal sebagai suku Kristen yang ada di Indonesia. Jadi sebenarnya orang Manado ini pada dasarnya adalah orang Minahasa dan bukan lagi banyak Kristen tetapi memang mayoritas dominan nya adalah Kristen. Sebenarnya orang-orang Minahasa baru benar-benar menjadi Kristen di abad-19 dan ini tentunya merupakan pengaruh kuat dari para Misionaris Belanda. Sebelumnya orang-orang Spanyol sudah datang di abad-16 ke tanah Minahasa beriringan dengan membawa misi Katolik tetapi berhasil diusir oleh orang-orang Minahasa dalam pertempuran Tasikela. Selanjutnya kedatangan VOC di Minahasa diterima oleh orang Minahasa karena ada nya perjanjian “Verbond” pada 10 Januari 1679 yang intinya adalah mengakui Minahasa sebagai sekutu yang setara dengan Belanda dengan syarat utama Minahasa mengijinkan pos perdagangan VOC di Manado dan menyuplai beras serta sebagai gantinya VOC akan membantu Minahasa dalam berperang melawan kerajaan lain. Di masa ini, VOC tidak peduli dengan penyebaran agama Kristen. Fokus utama VOC adalah perdagangan. Kalaupun ada usaha penginjilan di Minahasa saat itu, hanya dilakukan oleh individual-individual tertentu dan tidak begitu masif. Pada akhirnya VOC bangkrut dan dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan sejak saat itu pemerintah Belanda mengambil alih. Pada tahun 1808–1809 meletuslah perang Tondano. Perang yang disebabkan karena pemaksaan kehendak oleh Belanda di tanah Minahasa. Perang ini pada akhirnya dimenangkan oleh Belanda dan membuat Minahasa resmi di bawah Belanda. Di era ini lah gerakan penginjilan di Minahasa gencar dilakukan. Ada banyak misionaris, pendeta, pengajar, dan dokter yang dikirim ke tanah Minahasa. Hal ini membuat hubungan Belanda dan Minahasa menjadi dekat. Dari sekian banyak misionaris yang dikirim ke Minahasa di era ini, yang paling terkenal dan diingat adalah Johann Friederich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz. Usaha Riedel-Schwarz dalam menyebarkan agama Kristen di Minahasa begitu berhasil sehingga sangat membekas dan terus diingat oleh orang-orang Minahasa hingga saat ini. Fokus utama penginjilan mereka adalah melalui pendidikan dan kesehatan. Sikap dan pengaruh Belanda pada akhirnya membuat orang-orang Minahasa menjadi salah satu suku yang paling cepat perkembangan pendidikan dan taraf kehidupan nya di Hindia Belanda. Banyak sekolah dan rumah sakit yang dibangun di Minahasa saat itu. Kesetaraan gender bukanlah menjadi masalah pelik di Minahasa. Sekolah khusus perempuan pertama pun didirikan di Minahasa oleh Maria Walanda Maramis yang nantinya juga merupakan dewan perwakilan Minahasa (Minahasaraad). Bahkan Minahasa sempat diajukan menjadi provinsi ke-12 Belanda karena kedekatan budaya dan sosial terhadap Belanda. Hingga saat ini, pengaruh Belanda masih terasa di kehidupan orang-orang Minahasa. Namun hal ini tidak serta-merta membuat orang Minahasa memiliki mental penjajah justru orang-orang Minahasa dewasa ini dipenuhi oleh orang-orang yang mencintai Indonesia sama seperti yang dilakukan oleh Sam Ratulangi, A.A. Maramis, Babe Palar, dan tokoh-tokoh perjuangan Indonesia dari Minahasa. Kesimpulannya untuk jawaban mengapa di Manado (Minahasa) Kristen merupakan agama yang dominan dan mayoritas dikarenakan penduduk di kota Manado adalah mayoritas orang Minahasa yang memegang Kristen sebagai agama mereka. (sumber: alfanly ngantung)

Walaupun kota manado merupakan kota dengan penduduk mayoritas beragama Nasrani. Hanya beberapa persen saja yang beragama selain Nasrani (termasuk muslim) dan kebanyakan adalah penduduk pendatang, namun demikian, toleransi beragama di kota ini sangatlah tinggi.

READ  Can We Overcome Our Fears and Phobias?

Dengan demikian penduduk muslim menjadi penduduk minoritas di kota Manado namun tidak menghalangi mereka untuk selalu menjalankan ibadah. Apalagi pada saat bulan Ramadhan, yang mengharuskan umat muslim untuk memperbanyak ibadah karena pahala yang diberikan berlipat ganda dibanding pada bulan-bulan biasa.