Kasus Kehamilan Pada Remaja: Faktor-Faktor dan Upaya Pencegahan

Kasus kehamilan pada remaja merupakan isu yang mendapatkan perhatian khusus baik di Indonesia maupun dikancah Internasional. Pemerintah sendiri masih menilai bahwa kasus kehamilan dan melahirkan pada usia remaja merupakan permasalahan yang harus diatasi.

Permasalahan kehamilan yang terjadi diusia remaja tak hanya dialami oleh negara berkembang saja, namun negara-negara maju pun mengalami kasus yang serupa juga. Kehamilan yang terjadi pada usia remaja bisa menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan dalam sebuah negara tersebut.

Usia remaja 10 sampai 19 tahun, pada tahun 2016 mencapai 1.2 miliar dan jumlah ini akan terus meningkat. Sedangkan secara global wanita berusia 15-19 tahun mencapai 16 juta dan setiap tahunnya tercatat telah melahirkan (UNFPA, 2016) dan akan meningkat menjadi 19 juta per tahunnya di tahun 2035.

Terdapat 2 dari 3 perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun. Dan setidaknya secara global ada 777.000 remaja yang berusia dibawah 15 tahun yang melahirkan per tahun. Sedangkan pada tahun 2018 presentase remaja yang hamil berdasarkan indeks Pembangunan Pemuda sebesar 16,67%.

Faktor Kehamilan Diusia Dini

Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan pada remaja, berikut adalah penjelasannya.

Pengalaman Pribadi

Penyebab terjadinya kehamilan dini adalah pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi merupakan bentuk sikap dasar yang akan meninggalkan kesan yang kuat. Sikap yang dimiliki akan lebih mudah terbentuk jika pengalaman pribadi yang didapatkan terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.

READ  10 Alasan Mengapa Metode Positive Discipline adalah Pendekatan Terbaik untuk Parenting

Adanya Pengaruh Orang Lain

Kemudian faktor lainnya bisa disebabkan pengaruh orang lain, apalagi jika pengaruh yang diberikan ini dari orang yang dianggapnya penting.

Pengaruh Kebudayaan

Pengaruh kebudayaan ini bisa juga memberikan efek yang negatif pada anak remaja. Karena, kebudayaan dapat memberikan corak pengalaman individu-individu masyarakat asuhannya.

Akibatnya, tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap terhadap berbagai masalah yang ada.

Media Massa

Selanjutnya adalah dipengaruh oleh adanya media massa. Media massa ini berperan sebagai sarana komunukasi, yang memberikan info-info baru yang menjadi landasan terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.

Usia Menikah

Yang pertama adalah dipengaruhi oleh usia menikah. Pada usia remaja mereka merasa mendapatkan batasan dan ingin melampauinya, sehingga banyak diusia remaja telah melakukan pernikahan dini.

Dalam sebuah penelitian pun ditemukan karakteristik usia menikah terbanyak adalah usia 18-20 tahun pada tahun 2017. Padahal, peremuan disarankan untuk menikah minimal usia 20 tahun.

Jika perempuan menikah diusia 20 tahuna, maka disitu rahim wanita baru siap untuk melakukan fungsinya dengan maksimal.

Usia Pertama Melakukan Hubungan Seksual

Dalam kasus kehamilan dini yang marak terjadi ini banyak dari mereka yang melakukan hubungan seksual dimulai dari usia 18-20 tahun pada tahun 2017.

READ  Apa Jadinya Jika Korea Utara Dan Selatan Bersatu?

Padahal, bahaya yang diakibatkan berhubungan seksual dibawah 20 tahun bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Hal ini dikarenakan terjadi metaplasi yang diakibatkan oleh ektopi. Risiko ini akan meningkat karena pengaruh hormon steroid pada terhadap infeksi HPV dan respon daya tahan tubuh terhadap HPV selama masa pra-remaja dan remaja.

Pencegahan Kehamilan Pada Remaja

Sebenarnya, hal yang paling miris adalah mereka yang hamil pada usia dini banyak yang belum mengetahui kesehatan seksual dan reproduksi.

Maka dari itu, hal yang bisa dilakukan demi mencegah kehamilan dini adalah dengan memberikan edukasi-edukasi seks. Gencar memberitahukan bahwa dampak apa saja yang akan timbul akibat hamil diusia muda.