Keunikan Dan Legenda Pura Naga Loka Di Gunung Lesung

Popularitas Gunung Lesung sebagai destinasi pendakian memang masih sangat kurang. Dibandingkan dengan aktivitas mendaki Gunung Lesung, banyak wisatawan yang memilih untuk menggapai puncak dari Gunung Agung, Gunung Batur, ataupun Gunung Batukaru. Padahal, Gunung Lesung menawarkan pesona tersendiri yang unik.

Keunikan Kawah Gunung Lesung yang Berbentuk Mata

Gunung Lesung merupakan gunung yang sudah tidak aktif, dengan ketinggian mencapai 1.865 meter di atas permukaan laut (mdpl). Oleh karena itu, gunung ini memiliki area hutan yang lebat dan rindang. Satu hal yang membuat gunung ini sangat unik adalah keberadaan kawah hijau di bagian tengahnya. Kawah ini memiliki bentuk seperti mata yang dalam kondisi terbuka.

Selain mempunyai keunikan pada bentuk kawah yang unik, Gunung Lesung juga dikenal sebagai wilayah gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat Bali. Lokasi Gunung Lesung berada tidak jauh dari Danau Tamblingan yang merupakan salah satu danau terindah di Bali. Di sini juga terdapat Pura Naga Loka yang merupakan pura suci umat Hindu Bali.

Konon, terdapat legenda yang berkaitan erat dengan keberadaan Pura Naga Loka. Selain pura tersebut, Anda juga bisa menjumpai adanya sebuah gua yang tidak diketahui dasarnya, disebut dengan Lubang Naga Loka yang berada tidak jauh dari area Puncak Gunung Lesung. Tidak ketinggalan, ada pula Pura Bukit serta Pura Endek yang tidak kalah keramatnya.

READ  Angler Fish dan Blobfish Julukan Sebagai Ikan Terjelek

Popularitas dari gunung ini memang masih kurang peminatnya. Namun sangatlah menarik utuk dijelajahi. Kawah hijau dengan pepohonan rindangnya menawarkan pesona tersendiri. Lesung dalam Bahasa Bali memiliki arti lumpang atau tempat untuk menumbuk makanan. Kawah tersebut sebenarnya juga memiliki bentuk mirip dengan lumpang.

Sesampainya di puncak Gunung Lesung, pemandangan yang indah berupa Danau Tamblingan bakal menjadi hiburan gratis yang bisa dinikmati sepuasnya. Selain itu, keberadaan pura kecil di puncak Gunung Lesung juga mengharuskan Anda untuk bersikap sopan selama di area tersebut.

Pejalanan kepuncak berawal dari Desa Tamblingan. Kamu bisa menyusuri jalanan setapak hingga menemukan sungai Mue. Tidak ada pemandu, jadi kamu harus ekstra hati hati karena jalanan menuju puncak terkadang hilang akibat tamanan liar yang menutupi jalan. Perjalanan melewati hutan rindang dan lebat memang sedikit sulit. Oleh karena itu perlu mempersiapkan kondisi fisik yang prima. Jangan lupa untuk menyiapkan perbekalan, seperti makanan dan minuman, tetapi tetap jaga kebersihan di lokasi ya.