Kista Payudara : Benjolan yang Mungkin Kamu Anggap Sepeleh

Kista Payudara : Benjolan yang Mungkin Kamu Anggap Sepeleh

Kista payudara adalah benjolan yang terisi cairan yang terjadi di dalam jaringan payudara. Kista biasanya tidak berbahaya dan seringkali tidak menyebabkan gejala apapun, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Kista payudara dapat diobati dengan pengobatan medis atau dengan operasi, tergantung pada ukuran dan gejala yang ditimbulkan.

Apa penyebab Kista Payudara ?

Penyebab pasti kista payudara belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor risiko yang dikenal meliputi:

  • Usia: Kista payudara lebih umum terjadi pada wanita yang berusia di atas 30 tahun.
  • Hormon: Kista payudara dapat terjadi karena perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi, menopause, atau pengobatan hormon.
  • Riwayat keluarga: Risiko kista payudara lebih tinggi pada wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kista payudara atau kanker payudara.

Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kista payudara meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Apakah Kista Payudara berbahaya bagi kesehatan?

Kista payudara kebanyakan tidak berbahaya dan seringkali tidak menyebabkan gejala apapun. Namun, beberapa kista payudara dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, atau bahkan menyebabkan perubahan bentuk payudara.

Kista payudara juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lain jika mereka menjadi infeksi atau membesar. Dalam kasus yang jarang, kista payudara dapat berubah menjadi kanker payudara. Namun, ini sangat jarang terjadi dan kebanyakan kista payudara adalah benjolan yang tidak berbahaya.

READ  Lagi, Tim Asia Jepang Kejutkan Dunia Usai Bungkam Jerman di Piala Dunia Qatar

Itulah sebabnya, jika Anda menemukan benjolan di payudara Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk memastikan apakah benjolan tersebut adalah kista atau bukan dan untuk mengetahui jenis pengobatan yang sesuai.

Diagnosa Kista Payudara

Ada beberapa cara untuk menegakkan diagnosa kista payudara, antara lain:

  1. Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik payudara untuk mencari tahu apakah ada benjolan yang terasa keras atau tidak.
  2. Mammografi: Ini adalah tes rontgen payudara yang digunakan untuk menemukan kista payudara. Mammografi dapat mengungkapkan kista yang tidak dapat terlihat atau teraba saat pemeriksaan fisik.
  3. Ultrasound: Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar dari dalam payudara. Ultrasound dapat membedakan antara kista yang berisi cairan dan kista yang berisi jaringan padat.
  4. Biopsi: Dokter akan mengambil sampel jaringan dari kista untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi dapat menentukan apakah kista itu jinak atau ganas.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang sesuai untuk kista payudara Anda. Namun, pengobatan kista payudara biasanya tergantung pada ukuran, gejala, usia, dan kondisi kesehatan Anda.

Apakah kista payudara dapat menyerang pria?

Kista payudara sangat jarang terjadi pada pria. Namun, pria memiliki jaringan payudara yang sama dengan wanita dan teori dari kista payudara pada pria adalah karena perubahan hormon yang sama dengan wanita. Namun, karena jumlah jaringan payudara pada pria sangat sedikit dibandingkan dengan wanita, maka kista payudara pada pria sangat jarang terjadi dan risiko kanker payudara pada pria juga sangat rendah. Namun, jika pria menemukan benjolan di payudara mereka, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk memastikan apakah benjolan tersebut adalah kista atau bukan dan untuk mengetahui jenis pengobatan yang sesuai.

READ  Sering Diremehkan Karena Umur? Kenali Ageisme!

Pengobatan Kista Payudara

Pengobatan kista payudara dapat bervariasi tergantung pada ukuran, gejala, usia, dan kondisi kesehatan Anda. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin ditawarkan meliputi:

  1. Observasi: Dokter mungkin merekomendasikan pengamatan dan pemeriksaan ulang setelah beberapa waktu jika kista kecil dan tidak menyebabkan gejala.
  2. Drainase: Dokter mungkin merekomendasikan drainase kista, yaitu mengeluarkan cairan dari kista dengan menggunakan jarum.
  3. Terapi Hormon : Dokter mungkin merekomendasikan terapi hormon untuk mengurangi ukuran kista dan mengontrol gejala.
  4. Operasi: Operasi dapat dilakukan untuk mengeluarkan kista payudara. Tergantung pada ukuran dan lokasi kista, operasi dapat dilakukan dengan cara bedah lokal atau bedah besar.
  5. Radiasi : Dalam kondisi tertentu, radiasi dapat digunakan untuk mengurangi ukuran kista atau mengontrol gejala.

Itulah beberapa pilihan pengobatan yang mungkin ditawarkan untuk kista payudara. Dokter akan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda setelah melakukan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat.