Mengenal Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali merupakan salah satu rumah adat provinsi yang memiliki banyak ciri khas. Arsitektur dan dekorasi yang ada pada setiap bagiannya menyimpan filosofi menarik untuk dipahami.

Dalam suatu arsitektur bangunan rumah adat Bali ada berbagai macamnya, dan memiliki pedoman tersindiri untuk membangun rumah adat tersendiri, Misalnya berpedoman kepada kosala kosali (pengetahuan arsitektur tradisional Bali). Berikut ini beberapa bangunan rumah adat Bali:

Mengenal Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali dibangun berdasarkan prinsip Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan (hubungan dengan Tuhan, Palemahan (hubungan dengan alam), dan Pawongan (hubungan antara manusia). Dalam pembangunannya, rumah adat Bali mengikuti aturan Asta Kosala Kosal,i yang meliputi tata cara dan letak pembangunan sehingga sangat memperhatikan sudut dan arah mata angin. Hal ini mirip dengan aturan feng shui pada masyarakat tionghoa.

Hal-hal suci akan diposisikan menghadap arah gunung Agung atau disebut Kaja. Untuk itulah, bangunan seperti tempat ibadah akan menghadap ke arah tersebut. Sedangkan, hal-hal yang dianggap tidak suci akan diposisikan menghadap ke arah laut atau biasa disebut Kelod.

Nama-nama Bangunan Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali cukup unik karena terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah satu sama lain. Hal ini karena adanya perbedaan strata dalam bangunan tersebut, seperti tempat tidur orang tua, yang harus terpisah dengan anak-anak. Begitu juga antara dapur dan tempat pemujaan.

READ  Sejarah Pura Taman Ayu, Berpengaruh Terhadap Perekonomian Masyarakat Bali

Berikut ini adalah bagian-bagian dari rumah adat Bali berdasarkan urutan.

  1. PuraKeluarga atau Sanggah

Pura Keluarga menjadi bangunan wajib ada di setiap rumah Bali. Biasanya, bagian ini digunakan sebagai tempat beribadah dan pemujaan. Karena tempatnya yang suci, maka bangunan ini diposisikan di sebelah timur laut dari rumah dan menghadap ke arah gunung Agung.

  1. BaleManten

Bale Manten merupakan bangunan berbentuk persegi panjang dan terbagi menjadi dua bagian, yakni bale kanan dan bale kiri. Biasanya, Bale Manten digunakan sebagai tempat tinggal kepala keluarga dan anak-anak perempuan.

  1. BaleDauh

Bale Dauh merupakan tempat pemilik rumah menerima tamu. Biasanya, Bale Dauh ini juga berfungsi untuk kamar tidur remaja laki-laki. Bangunan ini harus lebih rendah posisinya daripada Bale Manten dan berada di sisi barat rumah.

  1. BaleGede

Bangunan satu ini merupakan ruangan besar yang memiliki 12 tiang. Bagian ini berfungsi sebagai tempat upacara adat, berkumpul untuk menyantap makanan khas Bali, dan membakar sesajen. Jadinya, posisi Bale Gede harus lebih tinggi dari Bale Manten atau bangunan lain disekitarnya.

  1. Bale Delod

Bale Delod biasa digunakan sebagai tempat menerima tamu, kegiatan adat, dan tempat meletakkan jenazah sebelum proses ngaben dilakukan. Posisinya sendiri berada di sebelah selatan dan lebih rendah dari Bale Manten.

  1. Lumbung

Lumbung adalah tempat untuk menyimpan bahan-bahan makanan pokok dalam waktu lama seperti beras, jagung, dan lainnya. Bangunan ini biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil daripada Bale dan bangunan lainnya.

  1. Pawaregen

Bagian satu ini merupakan dapur dalam rumah adat Bali. Posisi bangunan Pawaregen biasanya berada di selatan atau barat laut rumah. Ukuran bangunannya juga tidak lebih besar dari Bale Gede, tapi tidak lebih kecil dari bale lainnya.

  1. Aling-aling

Aling-aling merupakan pembatas atau penyekat antara pekarangan luar dan angkul-angkul. Bangunan ini dipercaya memiliki energi positif, yang bisa menjaga keharmonisan rumah, lho.

  1. Angkul-angkul

Angkul-angkul adalah bagian pintu masuk dari rumah adat satu ini. Bentknya mirip seperti gapura, tetapi punya atap dengan ukiran-ukiran tradisional Bali.

  1. KlumpuJineng

Terakhir, ada Klumpu Jineng, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gabah setelah proses penjemuran. Klumpu Jineng hanya terdapat di beberapa daerah dengan bangunan yang tinggi dan atap dari jerami. Akan tetapi, Klumpu Jineng saat ini sudah banyak menggunakan semen atau batu bata dengan atap genteng sebagai materialnya.

READ  Asal-Usul Nyepi Dan Rangkaian Hari Raya Nyepi Di Bali

Material Bangunan

Pada umumnya, material yang digunakan untuk membangun rumah adat ini tidak disamaratakan, karena terdapat pengaruh ekonomi atau strata sosial pemiliknya.