Perang Falklands: Sejarah Perselisihan Antara Inggris dan Argentina

Perang Falklands: Sejarah Perselisihan Antara Inggris dan Argentina

Perang Falklands atau yang juga dikenal dengan Perang Malvinas adalah sebuah konflik militer yang terjadi antara Argentina dan Inggris pada tahun 1982. Konflik ini dipicu oleh klaim Argentina atas Kepulauan Falklands (Malvinas) yang sebelumnya dikuasai oleh Inggris.

Latar Belakang Perselisihan

Latar belakang perselisihan ini bermula pada abad ke-18 ketika Inggris mulai menguasai Kepulauan Falklands. Kepulauan ini berada di lepas pantai Argentina dan memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti ikan dan minyak bumi. Pada tahun 1820, Argentina yang saat itu masih menjadi koloni Spanyol mengklaim Kepulauan Falklands sebagai wilayahnya.

Namun, Inggris menolak klaim tersebut dan mempertahankan kedaulatan atas kepulauan ini. Pada tahun 1982, keinginan Argentina untuk menguasai kembali Kepulauan Falklands memicu konflik yang memakan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.

Serangan Argentina dan Respons Inggris

Pada tanggal 2 April 1982, Argentina melancarkan serangan kejutan dan menduduki Kepulauan Falklands. Serangan ini dipimpin oleh Jenderal Leopoldo Galtieri, Presiden Argentina saat itu, yang ingin mengalihkan perhatian rakyatnya dari krisis ekonomi dan politik yang sedang dialami oleh negaranya.

Serangan Argentina dan Respons Inggris
Serangan Argentina dan Respons Inggris

Tidak tinggal diam, Inggris segera merespon serangan tersebut dengan mengirimkan pasukan militer ke Kepulauan Falklands. Pasukan Inggris yang terdiri dari 28.000 tentara dilengkapi dengan peralatan perang yang canggih dan berhasil merebut kembali Kepulauan Falklands dari tangan Argentina.

READ  Kabar Terbaru Dewi Persik, Hatersnya Resmi Jadi Tersangka Hingga Kedekatannya Dengan Rian Ibram

Dampak Perselisihan

Perang Falklands berakhir pada tanggal 14 Juni 1982 dengan kemenangan Inggris. Namun, konflik ini meninggalkan dampak yang cukup signifikan bagi kedua belah pihak.

Argentina kehilangan banyak nyawa dan sumber daya selama perang, serta mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Sementara itu, Inggris juga harus merelakan nyawa lebih dari 200 tentaranya dalam konflik ini.

Namun, Inggris berhasil mempertahankan kedaulatan atas Kepulauan Falklands dan mendapatkan keuntungan ekonomi yang signifikan dari kekayaan alam yang dimiliki oleh kepulauan ini. Selain itu, kemenangan dalam Perang Falklands juga meningkatkan citra Inggris sebagai negara adidaya di dunia internasional.

Konsekuensi Diplomatik

Konflik antara Inggris dan Argentina atas Kepulauan Falklands juga memiliki konsekuensi diplomatik yang signifikan. Beberapa negara di Amerika Selatan, seperti Brasil dan Chile, menyatakan dukungan mereka terhadap Argentina dan mengecam tindakan Inggris.

Konsekuensi Diplomatik
Konsekuensi Diplomatik

Namun, mayoritas negara-negara di dunia mengakui kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falklands. Selain itu, konflik ini juga memperburuk hubungan diplomatik antara Inggris dan Argentina, dan kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi selama beberapa tahun setelah perang.

Pembelajaran dari Perang Falklands

Perang Falklands menjadi pembelajaran bagi banyak negara di dunia mengenai pentingnya diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai. Konflik ini juga menunjukkan betapa berbahayanya ketidaksepakatan antara negara-negara dalam hal klaim teritorial dan sumber daya alam.

READ  Waspada Demam Keong Yang Menyebar Di Sulawesi Tengah

Hal ini juga menegaskan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mengatasi konflik internasional dan menyelesaikan sengketa antar negara secara damai. Selain itu, perang ini juga menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara dari serangan pihak asing.