Perang Inggris-Tiongkok: Sejarah Perselisihan di Hong Kong

Perang Inggris-Tiongkok: Sejarah Perselisihan di Hong Kong

Perang Inggris-Tiongkok adalah salah satu perselisihan besar dalam sejarah modern antara Inggris dan Tiongkok yang terjadi di wilayah Hong Kong. Hong Kong sendiri adalah bekas koloni Inggris yang diserahkan kembali kepada Tiongkok pada tahun 1997. Namun, sebelum kembalinya Hong Kong, terdapat banyak peristiwa yang menyebabkan terjadinya perang Inggris-Tiongkok.

Latar Belakang Sejarah Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong

Latar belakang sejarah perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong dimulai pada abad ke-19 ketika Inggris menjajah Hong Kong dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan internasional. Meskipun Hong Kong merupakan wilayah kecil, Inggris berhasil memanfaatkan posisi geografis Hong Kong yang strategis dan mengembangkan wilayah tersebut menjadi pusat perdagangan internasional. Namun, pada saat yang sama, Tiongkok merasa bahwa Hong Kong merupakan bagian dari wilayahnya dan tidak sepantasnya dijajah oleh Inggris.

Pada tahun 1898, Inggris dan Tiongkok menandatangani Perjanjian Nanking, yang memberikan Inggris hak untuk menguasai Hong Kong selama 99 tahun. Selama masa penguasaannya, Inggris membentuk sistem pemerintahan yang modern dan membangun infrastruktur yang memadai. Hal ini membuat Hong Kong menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia pada saat itu.

Namun, ketika masa perjanjian tersebut berakhir pada tahun 1997, Tiongkok menuntut agar Hong Kong dikembalikan ke wilayahnya. Tiongkok merasa bahwa pengembangan yang dilakukan Inggris di Hong Kong telah merusak kedaulatan wilayah Tiongkok dan kepentingannya. Inggris dan Tiongkok kemudian melakukan negosiasi selama beberapa tahun hingga akhirnya pada tahun 1984, disepakati bahwa Hong Kong akan dikembalikan kepada Tiongkok pada tahun 1997.

READ  Pentingnya Pendidikan Moral dalam Membentuk Karakter Siswa

Penyebab Terjadinya Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong

Namun, sebelum kembalinya Hong Kong kepada Tiongkok, terdapat beberapa peristiwa yang membuat hubungan antara Inggris dan Tiongkok semakin memburuk. Salah satu peristiwa tersebut adalah insiden penembakan kapal perang Tiongkok di perairan Hong Kong pada tahun 1994. Kapal perang Tiongkok tersebut menembaki kapal perang Inggris yang sedang melakukan patroli di perairan Hong Kong. Insiden tersebut mengakibatkan kematian tiga awak kapal Inggris dan menyebabkan ketegangan antara Inggris dan Tiongkok semakin meningkat.

Penyebab Terjadinya Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong
Penyebab Terjadinya Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong

Selain itu, terdapat juga aksi protes dan demonstrasi di Hong Kong menjelang kembalinya wilayah tersebut kepada Tiongkok. Pada tahun 1989, terjadi protes besar-besaran di Tiongkok yang dikenal dengan sebutan Gerakan Demokrasi Tiananmen. Kebijakan pemerintah Tiongkok yang keras dalam menangani protes tersebut membuat sebagian besar penduduk Hong Kong khawatir akan keamanan dan kebebasan mereka setelah kembalinya wilayah tersebut ke Tiongkok.

Ketegangan antara Inggris dan Tiongkok semakin memuncak pada tahun 1997 ketika Inggris menyerahkan Hong Kong kepada Tiongkok. Meskipun disepakati bahwa Hong Kong akan tetap memiliki otonomi politik dan ekonomi selama 50 tahun setelah kembalinya ke Tiongkok, banyak penduduk Hong Kong yang merasa khawatir akan pengaruh Tiongkok yang semakin kuat di wilayah mereka.

READ  Perang Sudan Selatan: Sejarah Perselisihan dan Kemerdekaannya 

Pada tahun 2019, terjadi aksi protes besar-besaran di Hong Kong yang memprotes rencana pemerintah Tiongkok untuk memperketat kontrol atas wilayah tersebut. Aksi protes tersebut diwarnai dengan kekerasan dan kerusuhan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Meskipun akhirnya pemerintah Tiongkok berhasil memadamkan aksi protes tersebut, tetapi hal tersebut semakin menunjukkan ketegangan yang masih ada antara Hong Kong dan Tiongkok.

Dampak Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong

Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong memiliki dampak yang sangat besar bagi kedua negara. Bagi Inggris, perang ini menandai akhir dari masa kejayaannya sebagai negara kolonial di Asia dan mengakibatkan hilangnya salah satu pusat perdagangan internasional terbesar di dunia. Bagi Tiongkok, kembalinya Hong Kong menjadi simbol dari pemulihan kedaulatan Tiongkok atas wilayahnya yang selama ini dijajah oleh negara lain.

Dampak Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong
Dampak Perang Inggris-Tiongkok di Hong Kong

Namun, dampak terbesar dari perang ini mungkin dirasakan oleh penduduk Hong Kong. Kembalinya Hong Kong ke Tiongkok telah mengubah wajah wilayah tersebut. Meskipun disepakati bahwa Hong Kong akan tetap memiliki otonomi politik dan ekonomi selama 50 tahun setelah kembalinya ke Tiongkok, namun banyak yang merasa bahwa Tiongkok semakin mengintervensi kehidupan politik dan ekonomi di Hong Kong.

READ  Feeding Rules dan Tips MPASI bagi Bunda untuk Si Buah Hati

Aksi protes tahun 2019 di Hong Kong memperlihatkan bahwa banyak penduduk Hong Kong yang masih merasa khawatir akan kebebasan dan hak-hak mereka di bawah pemerintahan Tiongkok. Hal ini juga memperlihatkan bahwa perselisihan antara Inggris dan Tiongkok di Hong Kong belum sepenuhnya berakhir dan masih dapat berdampak pada kehidupan masyarakat Hong Kong.