Sejarah Masuknya Teh Di Indonesia

Teh merupakan sebuah minuman yang memiliki warna kecoklatan dan saat ini bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dingin. Minuman teh saat ini masih melekat dimasyarakat Indonesia. Bahkan, untuk perkembangan minumannya sendiri sudah banyak dijumpai, baik dalam bentuk kemasan yang langsung di minum maupun masih berupa bubuk yang harus di seduh.

Jika bertamu ke rumah orang tentunya kita akan disuguhkan dengan minuman hangat biasanya adalah minuman teh. Hal ini membuktikan bahwa budaya minum teh masih melekat juga dimasyarakat Indonesia . Hal ini sejalan juga, karena Indonesia menjadi salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Sehingga terdapat beberapa daerah yang memang penghasil teh terbesar di Indonesia. Lantas, bagaimana sejarah teh masuk ke Indonesia?

Teh dipercayai berasal dari negeri Cina, yang bermula pada masa Kekaisaran Shen Nung tahun 2837 sebelum masehi. Dalam masyarakat tradisional Cina memiliki mengenai asal-usul teh, bermula saat kisar sedang berada di sudut kebun rumahnya dan merebus air dikuali dibawah pohon rindang.

Dan saat itu angin bertiup kencang dan menggugurkan beberapa helai daun ke dalam rebusan air yang sudah terseduh itu. Kemudian, saat kaisar meminumnya rasa dari air rebusan itu menjadi sedap tak seperti air putih biasanya dan menjadikan badan lebih segar.

READ  Potret Pendidikan Indonesia: Tantangan dan Harapan

Daun yang terseduh didalam rebusan air milik kaisar adalah daun teh dan sejak saat itulah teh disebarluaskan di seluruh Cina.

Masuknya Teh Ke Indonesia

Awal mula kemunculan teh di Indonesia pada tahun1686 yang dibawa oleh Andreas Cleyer yang merupakan berkebangsaan Belanda. Kemudian, pemerintah kolonaial Belanda melakukan pembudidayaan teh pada tahun 1728. Saat itu mereka mendatangkan benih teh dari Cina dan akan dibudidayakan di Jawa.

Pembudidayaan tanaman ini tak langsung berhasil, akhirnya pada tahun 1826 tanaman ini menjadi salah satu koleksi Kebun Raya Bogor. Kemudian, seorang ahli bedah tentara Hindia Belanda bernama Dr Van Siebold mempromosikan pembudidayaan dengan bibit teh dari Jepang.

Pada tahun 1828 teh  dipelopori oleh Jacobson dan menjadikannya komoditas yang menguntungkan pemerintah Hindia Belanda. Saat itu masyarakat masih berada dibawah pemerintahan Belanda, sehingg mereka diharuskan menanam tanaman teh secara paksa.

Sejak itulah tanaman ini menjadi akrab dikalangan masyarakat. Selang 50 tahun kemudian, tanaman teh dengan jenis Assamica mulai masuk ke Indonesia. Jenis teh ini lebih cocok ditanam di Indonesia karena letak geografisnyanya. Karena itulah, jenis teh ini menggantikan jenis teh Sinensis yang berasal dari Cina.

READ  Mengenal Lebih Dekat Brand Xiaomi, Brend Penghancur Harga Pasar

Kemudian teh jenis Assam mulai masuk di Indonesia pada tahun1877. Masuknya jenis teh Assam di Indonesia secara bertahap pabrik the Cina digantikan dengan teh Assam, dan sejak saat itulah perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Dan pada tahun1910 mulailah dibangun perkebunan di daerah Simalungun, Sumatera Utara.