Sumbangan Indonesia dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Global

Sumbangan Indonesia dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Global

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia. Meski secara historis, Indonesia berkontribusi relatif kecil terhadap perubahan iklim global, namun negara kita harus menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Oleh karena itu, Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya untuk berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pengurangan emisi gas rumah kaca telah menjadi fokus utama dari upaya pemerintah dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Pengurangan emisi gas rumah kaca adalah salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim global. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam yang begitu besar, dapat menjalankan program pengurangan emisi gas rumah kaca dengan cara memperbanyak penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan hydro.

Dalam hal ini, Indonesia secara signifikan berasal dari energi terbarukan ini dengan total kapasitas terpasang telah mencapai 11.492,63 MW pada tahun 2019, meningkat sebesar 234,68 MW atau sekitar 2,05% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan akan memberikan sumbangan besar untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca.

READ  How Global Warming is Affecting Our Planet's Biodiversity
Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Selain penggunaan energi terbarukan, upaya pengurangan emisi gas rumah kaca yang dilakukan oleh Indonesia juga didukung oleh kebijakan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah program penanaman mangrove dan hutan yang baru dikembangkan pada tahun 2020.

Program ini dirancang untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dari hutan dan mangrove guna mengurangi emisi gas rumah kaca serta memperkuat ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.

Di samping program pengurangan emisi gas rumah kaca, Indonesia juga melakukan upaya dalam mengurangi dampak negatif perubahan iklim dengan pengendalian kerusakan hutan dan lahan pertanian serta menanamkan kesadaran pada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan adanya upaya konservasi dan rehabilitasi lahan gambut melalui program Restorasi Gambut Nasional (RGN). Program ini dirancang khusus untuk memastikan bahwa lahan gambut Indonesia dapat berfungsi dengan baik seperti sedia kala. Peningkatan kapasitas lahan gambut dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menyimpan karbon di dalam tanah gambut.

Upaya Pemerintah Indonesia Menekan Dampak Buruk Perubahan Iklim

Indonesia juga memiliki peran penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak buruk perubahan iklim di tingkat internasional. Pada konferensi internasional COP21 di Paris pada tahun 2015, pemerintah Indonesia berhasil menandatangani Perjanjian Paris untuk terlibat dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat ketahanan negara terhadap dampak dari perubahan iklim.

READ  Perbedaan Antara Hewan Peliharaan dan Hewan Liar: Apa Saja?

Untuk itu, Indonesia berkomitmen dengan target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dengan dukungan pihak lain, terutama dalam hal pendanaan. Selain target nasional, Indonesia juga berkontribusi di tingkat internasional melalui target Kontribusi Suka Sukarela (NDC) sebesar 41 persen pada tahun 2030. Target ini merupakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengurangi dampak perubahan iklim global secara signifikan.

Upaya Pemerintah Indonesia Menekan Dampak Buruk Perubahan Iklim
Potensi Energi Terbarukan sebagai Solusi Perubahan Iklim di Indonesia

Dalam upaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim, kesadaran masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Selain upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah, masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan melakukan kegiatan yang ramah lingkungan seperti penggunaan kendaraan listrik, menanam tanaman hortikultura, dan pengurangan limbah.

Kesimpulannya, Sumbangan Indonesia dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Global telah dilakukan melalui berbagai upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, pengendalian kerusakan hutan dan lahan pertanian, program penanaman mangrove dan hutan, serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% pada tahun 2030. Selain itu, Indonesia juga berkontribusi pada tingkat internasional melalui target Kontribusi Suka Sukarela (NDC) sebesar 41 persen pada tahun 2030. Oleh karena itu, upaya dari pemerintah maupun masyarakat adalah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif perubahan iklim global.