Ternyata Tumbuhan juga Bergerak, Mari Mengenal Bentuk-bentuk Gerak Tumbuhan

Mengenal Bentuk-bentuk Gerak Tumbuhan

Tumbuhan dapat melakukan gerakan yang disebut sebagai turgor atau pergerakan sel. Gerakan ini dapat terlihat pada tumbuhan yang bergerak mengikuti cahaya atau gerakan daun yang mengikuti arah angin. Namun, gerakan tumbuhan ini berbeda dengan gerakan hewan yang dikendalikan oleh sistem saraf.

Beberapa tumbuhan dapat bergerak melalui proses seperti perkembangan akar, perkembangan daun, dan perubahan posisi daun untuk mengikuti cahaya matahari. Namun, gerakan tumbuhan ini biasanya sangat lambat dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa tumbuhan juga dapat bergerak melalui proses seperti perkembangan akar, perkembangan daun, dan perubahan posisi daun untuk mengikuti cahaya matahari. Namun, gerakan tumbuhan ini biasanya sangat lambat dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Adapun gerakan pada tumbuhan diantaranya yakni gerakan higroskopis,  tropisme, nasti, dan taksis.

Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis adalah gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap perubahan kelembaban udara. Gerakan ini dapat terjadi pada seluruh tumbuhan atau bagian tertentu dari tumbuhan, seperti daun atau akar. Gerakan ini dapat digunakan oleh tumbuhan untuk menyesuaikan posisinya terhadap lingkungan dan untuk mengarahkan air dan nutrisi ke seluruh tanaman.

Gerakan yang paling umum dari gerak higroskopis adalah pergerakan akar yang mencari air dan nutrisi, gerakan daun yang merespons perubahan kelembaban udara dan pergerakan helaian daun yang merespons perubahan suhu.

Ada beberapa jenis gerak tropisme pada tumbuhan, diantaranya:

  1. Fototropisme: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap cahaya. Tumbuhan dapat mengarahkan arah pertumbuhannya menuju sumber cahaya atau menjauh darinya.
  2. Gravitropisme: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap gravitasi. Tumbuhan dapat mengarahkan arah pertumbuhannya ke atas atau ke bawah sesuai dengan arah gravitasi.
  3. Heliotropisme: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap perubahan posisi matahari. Tumbuhan dapat mengarahkan arah pertumbuhannya mengikuti pergerakan matahari sepanjang hari.
  4. Skototropisme: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap kekurangan cahaya. Tumbuhan dapat mengarahkan arah pertumbuhannya menuju sumber cahaya yang lebih terang.
  5. Tigmotropisme: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan. Tumbuhan dapat mengarahkan arah pertumbuhannya menuju sumber sentuhan atau menjauh darinya.

Gerak Nasti

Gerak nasti adalah gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau tekanan. Ada beberapa jenis gerak nasti pada tumbuhan, diantaranya:
  1. Nasti negatif: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau tekanan. Tumbuhan akan menjauhkan diri dari sumber sentuhan atau tekanan.
  2. Nasti positif: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau tekanan. Tumbuhan akan mengarahkan arah pertumbuhannya menuju sumber sentuhan atau tekanan.
  3. Nasti tumpul: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau tekanan yang berlangsung lama. Tumbuhan akan menjadi tidak sensitif terhadap sentuhan atau tekanan yang berlangsung lama.
  4. Nasti kontinu: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau tekanan yang berlangsung terus menerus. Tumbuhan akan terus merespon sentuhan atau tekanan yang berlangsung terus menerus
  5. Nasti sekunder: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan setelah merespon gerakan nasti primer. Tumbuhan akan merespon gerakan nasti sekunder setelah merespon gerakan nasti primer
READ  Pasar Ekstrim Tomohon Menjadi Daya Tarik Wisatawan Yang Berkunjung Ke Manado

Itu adalah beberapa jenis gerak nasti yang dikenal pada tumbuhan, tetapi gerakan ini dapat berbeda-beda pada jenis tumbuhan yang berbeda.

Beberapa contoh gerakan nasti pada tumbuhan diantaranya:

  1. Gerakan daun mimosa: pada tumbuhan mimosa, daun akan menutup ketika diraba atau digoyangkan.
  2. Gerakan pelepah daun Venus: pada tumbuhan Venus Flytrap, pelepah daun akan menutup ketika ada serangga atau benda lain yang masuk ke dalamnya.
  3. Gerakan tangkai bunga: pada beberapa tumbuhan, tangkai bunga akan bergerak mengikuti arah cahaya matahari sepanjang hari.
  4. Gerakan daun pada tumbuhan yang memiliki katrol untuk menutup atau membuka daunnya sebagai respons terhadap cahaya.
  5. Gerakan katrol pada tumbuhan yang menggunakan katrol untuk menutup atau membuka daunnya sebagai respons terhadap cahaya.

Gerak Taksis

Gerak taksis adalah gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi. Ada beberapa jenis gerak taksis pada tumbuhan, diantaranya:

  1. Taksis negatif: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi tertentu. Tumbuhan akan menjauhkan diri dari sumber rangsangan kimiawi tersebut.
  2. Taksis positif: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi tertentu. Tumbuhan akan mengarahkan arah pertumbuhannya menuju sumber rangsangan kimiawi tersebut.
  3. Taksis tumpul: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi yang berlangsung lama. Tumbuhan akan menjadi tidak sensitif terhadap rangsangan kimiawi yang berlangsung lama.
  4. Taksis kontinu: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi yang berlangsung terus menerus. Tumbuhan akan terus merespon rangsangan kimiawi yang berlangsung terus menerus.
  5. Taksis sekunder: Gerakan yang terjadi pada tumbuhan setelah merespon gerakan taksis primer. Tumbuhan akan merespon gerakan taksis sekunder setelah merespon gerakan taksis primer. Itu adalah beberapa jenis gerak taksis yang dikenal pada tumbuhan, tetapi gerakan ini dapat berbeda-beda pada jenis tumbuhan yang berbeda.
READ  Sejarah Goa Sunyaragi Memiliki Mitos Kesakralannya Yang Menyimpan Kisah

Beberapa contoh gerakan taksis pada tumbuhan diantaranya :

  1. Gerakan akar yang mengarah ke sumber nutrisi tertentu seperti hara atau air.
  2. Gerakan daun yang mengarah ke sumber karbon dioksida atau sumber oksigen.
  3. Gerakan tumbuhan yang mengarah ke sumber pollen atau nektar sebagai sumber makanan.
  4. Gerakan tumbuhan yang mengarah ke sumber air sebagai sumber hidrasi.
  5. Gerakan tumbuhan yang mengarah ke sumber hormon tertentu yang diperlukan untuk pertumbuhan atau reproduksi.

Perlu diingat bahwa gerakan taksis dapat dibedakan dengan gerakan tropisme yang merupakan gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan gravitasi, cahaya, atau kimia. Gerakan taksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan kimia tertentu.